Ketua DPD GRIB Jaya Jambi Pererat Silaturahmi ke Tanjung Raden, Rawat Ikatan Kekeluargaan dan Semangat Kebersamaan

Dok. Istimewa

KOTA JAMBI -Sabtu, 5 September 2026 | Ketua DPD GRIB Jaya Provinsi Jambi, Hairul Amri Prastio,terus membangun dan memperkuat hubungan silaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat di Provinsi Jambi. Kali ini, Hairul Amri menyambangi  Tanjung Raden Kota Jambi* dalam rangka mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus menjaga tali silaturahmi yang selama ini telah terjalin dengan baik.

Kunjungan tersebut disambut hangat oleh  Raden Fahrul dan Kemas Safrial selaku tuo kampung pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban, kekeluargaan dan rasa saling menghargai.

Bagi Hairul Amri, kunjungan ke Tanjung Raden bukan sekadar agenda organisasi. Lebih dari itu, pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya merawat hubungan persaudaraan dan sejarah kekeluargaan yang telah lama tumbuh di tengah masyarakat.

Hubungan Hairul Amri dengan masyarakat Tanjung Raden sendiri bukanlah hubungan yang baru terjalin setelah dirinya dipercaya memimpin DPD GRIB Jaya Provinsi Jambi. Jauh sebelum mengemban amanah sebagai Ketua DPD GRIB Jaya, Hairul Amri Prastio telah mengenal dan berteman dengan Raden Fahrul, Kemas Safrial serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Selama kurang lebih 27 tahun tinggal di Sekernan Hairul Amri mengaku telah banyak mengenal karakter, adat, budaya dan kehidupan masyarakat di wilayah tersebut. Karena itu, baginya, masyarakat Sekernan bukanlah sekadar lingkungan tempat tinggal, melainkan telah menjadi bagian dari perjalanan kehidupan dan persaudaraan yang tidak ternilai.

“Bagi kami, silaturahmi itu jangan sampai putus. Sebelum saya menjadi Ketua DPD GRIB Jaya pun, hubungan dengan kawan-kawan di Tanjung Raden sudah terjalin. Jadi kedatangan kami ke sini bukanlah untuk mencari muka, tapi memang nak menjaga hubungan yang sudah lame terjalin,”ujar Hairul Amri dengan nuansa khas Melayu Jambi.

Menurutnya, dalam kehidupan masyarakat Jambi, hubungan persaudaraan tidak hanya dibangun melalui hubungan darah, tetapi juga melalui pertemanan, kebersamaan, saling menghormati dan saling membantu.

“Kalu sudah duduk samo rendah, berdiri samo tinggi, insyaallah hubungan akan tetap baik. Yang penting jangan lupo dengan asal-usul, jangan lupo dengan kawan lame, dan jangan lupo dengan masyarakat,”tuturnya.

GRIB Jaya Sebagai Rumah Bersama Masyarakat

Hairul Amri Prastio juga menegaskan bahwa keberadaan GRIB Jaya di Provinsi Jambi tidak semata-mata berbicara mengenai organisasi, struktur kepengurusan maupun kegiatan internal. Menurutnya, GRIB Jaya harus mampu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan hadir ketika masyarakat membutuhkan ruang untuk menyampaikan aspirasi.

Ia menyebut, anggota GRIB Jaya di Jambi berasal dari berbagai latar belakang kehidupan. Ada masyarakat asli Jambi, ada pula masyarakat dari berbagai daerah yang telah lama berdomisili dan hidup bersama masyarakat Jambi.

“GRIB Jaya ini rumah bersama. Anggotanya masyarakat Jambi, baik yang memang lahir di sini maupun saudara-saudara kite yang sudah lame tinggal di Jambi, mencari makan, membangun keluarga dan menjadi bagian dari masyarakat Jambi. Jadi jangan dibedakan antara asli dan pendatang. Selama sudah menjadi bagian dari masyarakat Jambi, kite samo-samo punya tanggung jawab menjaga daerah ini,” tegasnya.

Ia menambahkan, semangat tersebut menjadi salah satu dasar bagi DPD GRIB Jaya Provinsi Jambi dalam menjalankan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Bagi Hairul Amri Prastio, organisasi masyarakat harus mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan. Selain menjalankan kegiatan sosial, GRIB Jaya juga memiliki fungsi sebagai salah satu elemen masyarakat yang ikut melakukan “kontrol sosial” terhadap berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Namun, kontrol sosial tersebut menurutnya harus tetap dilakukan dengan mengedepankan etika, komunikasi dan kepentingan masyarakat luas.

“Kami ingin GRIB Jaya menjadi organisasi yang dekat dengan masyarakat. Kalau masyarakat susah, kite dengarkan. Kalau ada persoalan, kite bantu carikan jalan keluarnyo. Kalau ada kebijakan yang perlu dikritisi, kite sampaikan dengan cara yang baik. Jangan sampai organisasi hanya ramai namo, tapi tidak ado manfaatnyo untuk masyarakat,”kata Hairul Amri.

Merawat Adat, Persaudaraan dan Identitas Jambi

Pertemuan di Tanjung Raden juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kearifan lokal yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Jambi.

Hairul Amri menilai, perkembangan zaman tidak boleh membuat masyarakat melupakan adat, budaya dan hubungan antarwarga.

Menurutnya, semangat “batandang” duduk bersama, berbincang dan saling mengenal merupakan tradisi sosial yang harus tetap dipelihara.

“Jambi ini punyo adat, punyo budaya, punyo sejarah dan punyo orang-orang tuo yang harus kite hormati. Jangan sampai kemajuan zaman membuat hubungan antar-keluarga dan antar-kampung menjadi renggang. Justru semakin maju zaman, semakin penting bagi kite memperkuat silaturahmi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Raden Fahrul dan Kemas Safrial yang telah menerima kunjungan tersebut dengan penuh kehangatan.

Menurutnya, pertemuan antara organisasi masyarakat dengan tokoh-tokoh kampung harus terus dibangun agar tercipta komunikasi yang sehat antara organisasi dan masyarakat.

“Kami berterimo kasih kepada Raden Fahrul dan Kemas Safrial selaku tuo kampung yang sudah menyambut kami dengan baik. Insyaallah silaturahmi ini bukan berhenti sampai di sini. Ke depan kite terus jalin komunikasi, saling bantu dan saling menguatkan,”ungkapnya.

Bukan Sekadar Organisasi, Tetapi Bagian dari Masyarakat

Hairul Amri menegaskan, kepemimpinannya di DPD GRIB Jaya Provinsi Jambi akan terus diarahkan agar organisasi tersebut mampu hadir di tengah masyarakat.

Ia berharap seluruh jajaran GRIB Jaya di tingkat DPD, DPC hingga PAC dapat menjaga nama baik organisasi dan membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat.

“Pesan saya kepada seluruh anggota GRIB Jaya, di mano pun berada, jagolah sikap. Kita datang sebagai saudara, bukan sebagai orang yang merasa paling hebat. Hormati tokoh masyarakat, hormati tuo kampung, hormati adat setempat. Kalau kita pandai menghargai orang, insyaallah orang akan menghargai kita,”pesannya.

Ia menambahkan, kekuatan sebuah organisasi bukan hanya terletak pada jumlah anggotanya, melainkan pada seberapa besar organisasi tersebut mampu membangun kepercayaan masyarakat.

“Kalau masyarakat sudah percaya, itu lebih berharga daripada sekadar banyak anggota. Kepercayaan itu dibangun dengan perbuatan, bukan dengan kato-kato bae,” kata Hairul Amri.

Kunjungan ke Desa Tanjung Raden tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa perjalanan DPD GRIB Jaya Provinsi Jambi di bawah kepemimpinan Hairul Amri Prastio tidak hanya diarahkan pada aktivitas organisasi, tetapi juga pada penguatan jaringan silaturahmi dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda dan berbagai elemen masyarakat.

Semangat tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan untuk mempererat persaudaraan sekaligus membangun kebersamaan dalam menjaga Jambi agar tetap aman, harmonis dan memiliki rasa kekeluargaan yang kuat.

“Kito ini samo-samo wong Jambi. Beda organisasi boleh, beda latar belakang boleh, tapi jangan sampai putus saudaro. Selagi kite masih bisa duduk basamo, makan basamo, ngobrol basamo, di situlah kekuatan masyarakat. GRIB Jaya siap menjadi bagian dari masyarakat dan siap menjaga silaturahmi dengan siapo bae,”pungkas Hairul Amri Prastio.