Barisbaru.com,Batang Hari — Dedi Damhuri dipercaya memimpin Pimpinan Daerah Angkatan Muda Partai Golkar (PD AMPG) Kabupaten Batang Hari. Dalam kepemimpinannya, AMPG Batang Hari menegaskan komitmen untuk memperkuat konsolidasi generasi muda serta berada dalam garis komando Ketua DPD Partai Golkar Batang Hari, H. M. Jaffar, S.H.
AMPG Batang Hari juga menyatakan kesiapan untuk membantu perjuangan Partai Golkar menghadapi agenda politik mendatang, termasuk Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Penempatan Dedi Damhuri di pucuk organisasi sayap kepemudaan Golkar tersebut menjadi bagian dari dinamika konsolidasi internal partai di Batang Hari. Sebelumnya, konsolidasi struktur Golkar juga bergerak hingga tingkat kecamatan melalui pelaksanaan Musyawarah Kecamatan (Muscam).
Namun, di balik penguatan struktur tersebut, terdapat pertanyaan yang lebih penting: seberapa efektif AMPG mampu menerjemahkan konsolidasi organisasi menjadi kekuatan politik nyata di lapangan?
Sebab, membentuk struktur organisasi jauh lebih mudah dibandingkan mengubah struktur tersebut menjadi jaringan yang hidup, solid dan mampu memengaruhi pilihan politik masyarakat.
Bukan Soal Atribut Kuning, Tapi Seberapa Banyak yang Bisa Digerakkan
Pesan politik yang dibawa AMPG Batang Hari cukup jelas. Organisasi ini menyatakan solid di bawah komando Ketua DPD Partai Golkar Batang Hari, H. M. Jaffar, S.H., sekaligus siap membantu perjuangan politik Golkar menghadapi momentum Pileg maupun Pilkada.
Namun politik tidak dimenangkan oleh slogan.
Politik juga tidak dimenangkan hanya dengan foto bersama, seragam organisasi, baliho, atau deklarasi dukungan.
Kekuatan politik baru terlihat ketika struktur mampu menggerakkan manusia, membangun jaringan, membaca persoalan masyarakat dan mengubah kedekatan sosial menjadi kepercayaan politik.
Di situlah AMPG Batang Hari akan diuji.
Jika benar membawa label “mesin muda Golkar”, publik tentu berhak melihat seberapa jauh organisasi ini mampu masuk ke ruang-ruang yang selama ini menjadi perhatian generasi muda.
Lapangan kerja. Pendidikan. Ekonomi kreatif. UMKM. Olahraga. Teknologi. Ruang partisipasi anak muda. Hingga persoalan sosial di desa dan kelurahan.
Sebab anak muda Batang Hari tidak bisa hanya didekati ketika membutuhkan suara.
Dedi Damhuri Memikul Beban Pembuktian
Menjadi Ketua AMPG memberikan Dedi Damhuri panggung politik sekaligus beban pembuktian.
Ia dituntut membangun organisasi yang bukan hanya solid secara administratif, tetapi juga hidup secara politik dan sosial.
Pertanyaannya sederhana tetapi berat:
Berapa banyak kader muda yang benar-benar aktif?
Seberapa luas jaringan AMPG sampai kecamatan, desa dan kelurahan?
Program apa yang benar-benar menyentuh masyarakat?
Dan yang paling penting:
Apakah AMPG mampu mengubah energi anak muda menjadi kekuatan elektoral bagi Golkar?
Jawaban atas pertanyaan tersebut tidak akan terlihat dalam satu-dua kegiatan seremonial.
Ia akan terlihat dari konsistensi kerja dalam hitungan bulan bahkan tahun.
Konsolidasi Golkar Mulai Menyentuh Lapisan Bawah
Kemunculan AMPG di bawah kepemimpinan Dedi juga menarik jika ditempatkan dalam konteks konsolidasi Golkar Batang Hari belakangan ini.
Struktur partai mulai ditata hingga tingkat kecamatan. Sejumlah Musyawarah Kecamatan (Muscam) bahkan berlangsung dengan pola aklamasi.
Secara organisasi, kondisi tersebut dapat dibaca sebagai tanda semakin rapinya konsolidasi internal.
Tetapi secara politik, struktur yang rapi belum otomatis berarti suara yang kuat.
Aklamasi menunjukkan tidak adanya pertarungan terbuka dalam forum. Namun kekuatan politik sesungguhnya baru dapat diuji ketika struktur tersebut turun ke lapangan dan berhadapan dengan dinamika masyarakat.
Di titik inilah AMPG menjadi menarik.
Jika struktur partai adalah kerangka, maka AMPG seharusnya menjadi salah satu tenaga penggeraknya.
Mesin Muda atau Sekadar Mesin Seremoni?
Golkar tentu memiliki kepentingan besar terhadap generasi muda.
Pola komunikasi politik berubah. Media sosial mengubah cara masyarakat memperoleh informasi. Anak muda juga semakin kritis terhadap partai dan figur politik.
Maka pendekatan politik lama tidak cukup.
AMPG harus mampu menawarkan sesuatu yang lebih konkret daripada sekadar mengatakan “kami solid.”
Sebab soliditas yang sebenarnya bukan diukur dari banyaknya orang dalam satu foto.
Soliditas diuji ketika organisasi mampu bergerak tanpa menunggu diperintah, hadir ketika masyarakat membutuhkan, dan bekerja bahkan ketika kamera tidak menyala.
Jika Dedi mampu membangun pola seperti itu, AMPG berpotensi menjadi salah satu kekuatan penting dalam konsolidasi Golkar Batang Hari.
Tetapi jika aktivitas berhenti pada seremoni, atribut dan dokumentasi, maka istilah “mesin muda Golkar” akan kehilangan makna.
Pertaruhan H. M. Jaffar dan Dedi Damhuri
Bagi Ketua DPD Golkar Batang Hari H. M. Jaafar, penguatan AMPG juga menjadi bagian dari pekerjaan besar membangun regenerasi politik partai.
Sementara bagi Dedi Damhuri, ini adalah kesempatan sekaligus ujian.
Ia memiliki dua pilihan.
Membiarkan AMPG menjadi organisasi yang aktif ketika ada agenda partai.
Atau membangun AMPG menjadi jaringan anak muda yang benar-benar memiliki akar di tengah masyarakat.
Pilihan kedua jelas jauh lebih sulit.
Tetapi jika berhasil, hasilnya juga jauh lebih besar.
AMPG bukan hanya menjadi sayap partai, tetapi dapat berkembang menjadi salah satu motor regenerasi dan penguatan elektoral Golkar Batang Hari.
Pertarungan Sesungguhnya Baru Dimulai
Kini publik tidak terlalu membutuhkan janji bahwa AMPG solid.
Publik membutuhkan bukti.
Berapa program yang lahir?
Berapa anak muda yang berhasil dirangkul?
Seberapa kuat jaringan sampai desa?
Seberapa aktif kader bekerja ketika tidak ada momentum politik?
Dan ketika pemilu atau pilkada tiba, seberapa besar kontribusi AMPG terhadap perolehan suara Golkar?
Di situlah rapor kepemimpinan Dedi Damhuri nantinya akan ditentukan.
Sebab mesin politik tidak dinilai dari suara mesinnya ketika dinyalakan.
Mesin politik dinilai dari seberapa jauh kendaraan benar-benar bergerak dan sampai ke tujuan.
Dan bagi AMPG Batang Hari, perjalanan itu baru saja dimulai.(Redaksi Jambi)
