PJS Kecam Jurnalis Tanjabbarat ‘Nyaleg’ Tak Undur Diri

TANJABBARAT, BARISBARU.COM – Pemilu 2024 yang sebentar lagi akan dilaksanakan, sejumlah wartawan dikabupaten Tanjabbarat, provinsi Jambi atau jurnalis dari berbagai media mendaftarkan diri sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg)/DPR Kabupaten.

 

Dari penelusuran Media Patunas.co.id, Wartawan yang mencalonkan diri sebagai caleg di Kabupaten Tanjabbarat, provinsi Jambi yaitu Rita Anggraini dari partai Keadlian Sejahtera (PKS) no urut 9 dan Hefni Fadilah dari partai Golongan Karya (Golkar) no urut 3.

 

Padahal Dewan Pers telah mengingatkan para bacaleg berlatar pekerjaan sebagai wartawan untuk non-aktif sementara waktu atau bahkan mengundurkan diri. Hal ini merujuk pada Seruan Dewan Pers Nomor: 01/SE-DP/XII/2022 tentang Pilihan Non-Aktif Atau Mengundurkan Diri Bagi Wartawan yang Memutuskan Menjadi Caleg, Calon DPD, atau Tim Sukses.

 

“Dewan Pers juga menghimbau, dan sudah pernah disebarkan juga, agar setidaknya, para wartawan yang menjadi calon legislatif itu nonaktif dari organisasi kewartawanan tempat dia bekerja,”

 

Ketua Pemerhati Jurnalis Syber (PJS) Provinsi Jambi, Wahyu Jati menyebut jurnalis yang tidak mengundurkan diri saat ‘nyaleg’ adalah orang yang mencoreng martabat jurnalisme dan merugikan pers di Indonesia.

 

Dan secara hukum formal, ketika dia terdaftar di daftar calon tetap di KPU, ketika itu sudah diserahkan oleh KPU dan disahkan oleh KPU maka yang bersangkutan harus nonaktif di situ,” ujar Wahyu

 

Wahyu mengatakan jurnalis yang maju sebagai caleg harus nonaktif untuk menjaga pemilu yang jujur dan adil, dikhawatirkan nanti dalam membuat berita dia tidak independen Karena akan membawa kepentingan,” katanya.

 

“Kami menyayangkan orang yang mencoreng jurnalisme dengan menyalahgunakan profesinya dan ini bisa mengurangi kepercayaan publik. Saya harap Dewan Pers bisa mengingatkan dengan keras kalau bisa dilengkapi dengan aturan dan sanksi,” tambahnya. (Ry)