Nama Munir Disebut-sebut ‘Pemain’ Minyak Solar Ilegal di Tanjab Barat

TANJABBAR, BARISBARU.COM – Kabar yang beredar di tengah-tengah masyarakat di Tanjung Jabung (Tanjab) Barat masih lemahnya Aparat Penegak Hukum (APH) dari pihak Kepolisian Resor (Polres) untuk menindak pemain minyak solar ilegal.

Bahkan, tidak asing lagi masyarakat Tanjab Barat ketika mendengar nama Munir sebagai pemain minyak solar ilegal. Dalam beberapa pemberitaan di media, menyebutkan nama Munir sebagai pemain minyak solar ilegal.

Dari pantauan yang didapat di lapangan, gudang untuk mengoperasikan minyak solar ilegal berada di Kelurahan Bram Itam Kiri, Kecamatan Bram Itam, Tanjab Barat, Provinsi Jambi. Bahwa minyak solar ilegal itu, didapat dari Bayung Lincir dan dibawa menggunakan kapal ponton untuk dijual di pulau-pulau.

Dalam beberapa minggu di lokasi gudang tersebut, dilihat banyaknya APH diduga menjadi backing untuk memuluskan usaha minyak solar ilegal itu (untuk upaya agar tidak tersentuh oleh hukum). Sering kali aparat menemui anak buah Munir di tempat makan Lampung, pas di depan gudangz tersebut.

Informasi dari masyarakat sekitar gudang mengatakan bahwa, gudang itu pernah digerebek oleh aparat, tapi kondisi gudang itu sampai saat ini masih melakukan bisnis minyak solar ilegal.

“Iya, sangat sering untuk oknum aparat mampir ke warung makan Lampung ini. Tapi, dak tau juga mereka ngapain. Mungkin minta setoran supaya tidak ditindak lagi,” kata nara sumber yang tak ingin namanya disebutkan.

Kemudian, ada beberapa orang disuap dengan sejumlah uang untuk menyuap agar tidak dipermasalahkan bahkan tidak diproses secara hukum oleh aparat penegak hukum.

“Saya juga pernah dikasih uang untuk diam supaya tidak bersuara dan mengusut peredaran minyak solar ilegal itu. Tapi, kadang-kadang masih macet juga dikasihnya,” ungkapnya.

Selain itu, pemilik warung makan Lampung menyampaikan sangat sering orang-orang yang da,tang untuk makan gratis dengan dalih dibayarkan oleh anak buah Munir.

“Banyak bang yang datang ke sini pesan makanan dan minuman apa saja, terkadang tidak mempunyai etika sama sekali,” sebutnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tanjab Barat, Rizki Muhammad Ramadhan setelah dikonfirmasi mengatakan bahwa dari pihak Polres nanti akan menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Nanti akan kita tindaklanjuti persoalan ini,” singkatnya. (Ry)